System ekonomi campuran (“Mixed economy”)
merupakan panduan dari dua bentuk sistem ekonomi sosialisme dan kapitalisme.
Usaha penyatuan ini dilakukan untuk menyerap elemen-elemen yang positif dan
dinamis dari keduanya. Sistem ini hendak dibangun dengan usaha untuk meninggalkan unsur-unsur lemah dari dua bentuk sistem ekonomi politik tersebut. Sejarah pertentangan yang keras dan bahkan tidak harmonis dari kapitalisme dan sosialisme telah menstimulasi pemikir-pemikir untuk mencari bangun ekonomi dengan ciri dasr, yang merupakan gabungan unsur-unsur terbaik dari keduanya.
Sebenarnya sistem ekonomi ini dapat saja menghilangkan konotasi perpaduan antara dua sistem ekonomi di atas karena sistem ekonomi campuran dapat signifikan dalam khasnya tersendiri. Sistem menggerakkan elemen-elemen dinamis, yang sebelumnya memang dimiliki oleh masing-masing sistem ekonomi. Kedua bentuk ekstrim dari sistem ekonomi sebenarnya telah menuju ke arah sistem campuran karena masing-masing berusaha membuang kelemahan –kelemahannya sehingga tersisa unsur-unsurnya, yang dinamis dan positif.
Seperti yang dikatakan oleh Hegel bahwa perbaikan dan perkembangan pemikiran akan mencapai suatu bentuk terbaik melalui proses dialektik menuju suatu sintesa (teori dialektika). Proses ini merupakan perpanduan dari thesa dengan antithesa dalam keharmonisan dan menuju ke arah kedinamisan. Negara sedang berkembang beranggapan akan mampu mengejar ketertinggalannya dengan banyak tidak mencontoh bentuk ektrim sistem ekonomi tersebut, melainkan menyerap unsur-unsur dinamis dari keduanya.
Salah satu pemikiran Hegel ini menarik untuk disimak begaia dasar pemikiran mengapa muncul sistem ekonomi campuran sebagai alternatif dari sistem yang bertentangan. Jika hal itu terjadi, maka keduanya memiliki kelemahan mendasar sehingga cara terbaik adalah menggabungkannya untuk mengejar ketertinggalan negara-negara sedang berkembang. Adalah Hegel yang menemukan fenomena dialektik sebagai suatu teori ini ditemukan oleh kelompok idealisme dalam pasca Kantian dan mengalami masa puncaknya dalam pemikiran filosofi Hegel.
Dialektik itu sendiri pernah diajukan oleh Immanuel Kant sebagai suatu logika dari penalaran terhadap alam dan fenomena dunia untuk memberikan pengesahan yang transenden. Hegel kemudian menginterpretasikan dialektik sebagai operasionalisasi dari penalaran, tanpa kaitan dengan hal yang transeden. Sebab alam dan isinya bersifat realistis, bukan sesuatu yang abstrak. Ini memberikan kenyataan lebih benar dan lebih mendalam dibandingkan dengan pemikiran analitis kontradiksi sebagai hasil dari perpaduan ide-ide, yang dapat dicapai melalui cara sintesa untuk menghasilkan pengetahuan lebih benar.
Proses sintesa meningkat, kemudian menjadi alasan utama terwujudnya sistem ekonomi campuran, yang merupakan perpaduan dari sitem kapitalisme dan Marxisme. Hal ini tidak seperti Karl Marx yang mengadopsi dialektik sebagai pembenturan kelas di dalam wejarah, yang selalu saling berhadapan satu sama lain.
Motif mencari keuntungan adalah unsur penting di dalam kegiatan ekonomi dan produksi, tetapi bukan segalanya sebagaimana ditekankan di dalam sistem ekonomi kapitalisme. Tanapa motif keuntungan tidak akan ada usaha dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi lamban bila motif ditekan dan dimatikan seperti di negara komunis. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar, yang terkendali oleh aturan pemerintah
Sebenarnya sistem ekonomi ini dapat saja menghilangkan konotasi perpaduan antara dua sistem ekonomi di atas karena sistem ekonomi campuran dapat signifikan dalam khasnya tersendiri. Sistem menggerakkan elemen-elemen dinamis, yang sebelumnya memang dimiliki oleh masing-masing sistem ekonomi. Kedua bentuk ekstrim dari sistem ekonomi sebenarnya telah menuju ke arah sistem campuran karena masing-masing berusaha membuang kelemahan –kelemahannya sehingga tersisa unsur-unsurnya, yang dinamis dan positif.
Seperti yang dikatakan oleh Hegel bahwa perbaikan dan perkembangan pemikiran akan mencapai suatu bentuk terbaik melalui proses dialektik menuju suatu sintesa (teori dialektika). Proses ini merupakan perpanduan dari thesa dengan antithesa dalam keharmonisan dan menuju ke arah kedinamisan. Negara sedang berkembang beranggapan akan mampu mengejar ketertinggalannya dengan banyak tidak mencontoh bentuk ektrim sistem ekonomi tersebut, melainkan menyerap unsur-unsur dinamis dari keduanya.
Salah satu pemikiran Hegel ini menarik untuk disimak begaia dasar pemikiran mengapa muncul sistem ekonomi campuran sebagai alternatif dari sistem yang bertentangan. Jika hal itu terjadi, maka keduanya memiliki kelemahan mendasar sehingga cara terbaik adalah menggabungkannya untuk mengejar ketertinggalan negara-negara sedang berkembang. Adalah Hegel yang menemukan fenomena dialektik sebagai suatu teori ini ditemukan oleh kelompok idealisme dalam pasca Kantian dan mengalami masa puncaknya dalam pemikiran filosofi Hegel.
Dialektik itu sendiri pernah diajukan oleh Immanuel Kant sebagai suatu logika dari penalaran terhadap alam dan fenomena dunia untuk memberikan pengesahan yang transenden. Hegel kemudian menginterpretasikan dialektik sebagai operasionalisasi dari penalaran, tanpa kaitan dengan hal yang transeden. Sebab alam dan isinya bersifat realistis, bukan sesuatu yang abstrak. Ini memberikan kenyataan lebih benar dan lebih mendalam dibandingkan dengan pemikiran analitis kontradiksi sebagai hasil dari perpaduan ide-ide, yang dapat dicapai melalui cara sintesa untuk menghasilkan pengetahuan lebih benar.
Proses sintesa meningkat, kemudian menjadi alasan utama terwujudnya sistem ekonomi campuran, yang merupakan perpaduan dari sitem kapitalisme dan Marxisme. Hal ini tidak seperti Karl Marx yang mengadopsi dialektik sebagai pembenturan kelas di dalam wejarah, yang selalu saling berhadapan satu sama lain.
Motif mencari keuntungan adalah unsur penting di dalam kegiatan ekonomi dan produksi, tetapi bukan segalanya sebagaimana ditekankan di dalam sistem ekonomi kapitalisme. Tanapa motif keuntungan tidak akan ada usaha dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi lamban bila motif ditekan dan dimatikan seperti di negara komunis. Sistem ekonomi campuran tetap berbasis pada prinsip pasar, yang terkendali oleh aturan pemerintah
Sistem
ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana
pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran
adalah :
2. Barang
modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
3. Pemerintah
dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan
fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4. Peran
pemerintah dan sektor swasta berimbang
Penerapan
sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi
pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.
Secara umum saat ini hampir tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar, yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong, dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang berideologi sosialis atau komunis. Kebanyakan negara-negara menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat (komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai perubahan positif.
|
tradisional
|
Terpusat
|
Pasar
|
Campuran
|
|
|
Kepemelikan sumber
daya
|
Individu
|
Pemerintah
|
Swasta
|
Pemerintah dan swasta
|
|
Harga
|
Belum ada perdagangan
|
Pemerintah
|
Mekanisme pasar
|
Pemerintah bisa mengintervensi
|
|
Persaingan
|
tidak ada
|
Tertutup
|
Terbuka/Bebas
|
Terbuka bagi industri swasta
|
|
Kepemilikan
Individu
|
ada
|
Tidak ada (sangat kecil)
|
Ada
|
Ada
|
jadi intinya.. itu beberapa sistem
ekonomi menjadi satu... jadi dinamakan campuran..
Sistem ekonomi terpusat biasanya
diterapkan di negara-negara blok komunis sebagai lawan dari ekonomi pasar (yang
ini juga banyak variasinya).
Ini adalah cerita lama ketika perang dingin (antara blok kapitalis dan komunis) )yang berakhir secara simbolis dramatis dengan robohnya tembok Berlin pada 9 November 1989 (ingat lagu Wind of Change by Scorpion) diikuti bangkrutnya Uni Soviet yang kini terpecah menjadi beberapa negara.
Negara-negara blok komunis menerapkan ekonomi terpusat dengan alasan ideologi dan keyakinan bahwa sistem itu akan lebih menjamin pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun terbukti kemudian bahwa sistem itu gagal sebagaimana berakhirnya perang dingin.
Setelah perang dingin berakhir, sistem ekonomi terpusat jarang diterapkan secara utuh. Alternatifnya adalah sistem ekonomi campuran (mix economy) yang menerapkan sistem ekonomi terpusat pada sektor tertentu, dikombinasikan dengan sistem ekonomi pasar pada sektor lainnya. Contoh terbaik mix economy adalah China yang membuka kawasan ekonomi khusus seperti Guangzhou dan Shenzen yang menerapkan ekonomi pasar. Di luar kawasan ekonomi khusus, yang dipakai adalah sistem ekonomi terpusat. Slogannya, tak penting kucingnya berwarna apa, yang penting bisa menangkap tikus (Deng Xiao Ping).
Langkah yang sama dilakukan negara seperti Vietnam. Yang masih ketat menggunakan ekonomi terpusat tampaknya tinggal Kuba. Tapi, semakin hari Kuba kian mendekati sistem campuran.
Ada juga yang sistem ekonomi pasarnya bergeser menjadi campuran, seperti Venezuela di bawah Hugo Chavez sekarang.
Umumnya penggunaan sistem itu lebih karena ideologi dan keyakinan. Semua sistem ada kekuatan dan kelemahannya, tergantung penerapannya saja. Tapi kalau boleh memilih, sistem ekonomi campuran akan lebih baik untuk negara-negara berkembang.
Ini adalah cerita lama ketika perang dingin (antara blok kapitalis dan komunis) )yang berakhir secara simbolis dramatis dengan robohnya tembok Berlin pada 9 November 1989 (ingat lagu Wind of Change by Scorpion) diikuti bangkrutnya Uni Soviet yang kini terpecah menjadi beberapa negara.
Negara-negara blok komunis menerapkan ekonomi terpusat dengan alasan ideologi dan keyakinan bahwa sistem itu akan lebih menjamin pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun terbukti kemudian bahwa sistem itu gagal sebagaimana berakhirnya perang dingin.
Setelah perang dingin berakhir, sistem ekonomi terpusat jarang diterapkan secara utuh. Alternatifnya adalah sistem ekonomi campuran (mix economy) yang menerapkan sistem ekonomi terpusat pada sektor tertentu, dikombinasikan dengan sistem ekonomi pasar pada sektor lainnya. Contoh terbaik mix economy adalah China yang membuka kawasan ekonomi khusus seperti Guangzhou dan Shenzen yang menerapkan ekonomi pasar. Di luar kawasan ekonomi khusus, yang dipakai adalah sistem ekonomi terpusat. Slogannya, tak penting kucingnya berwarna apa, yang penting bisa menangkap tikus (Deng Xiao Ping).
Langkah yang sama dilakukan negara seperti Vietnam. Yang masih ketat menggunakan ekonomi terpusat tampaknya tinggal Kuba. Tapi, semakin hari Kuba kian mendekati sistem campuran.
Ada juga yang sistem ekonomi pasarnya bergeser menjadi campuran, seperti Venezuela di bawah Hugo Chavez sekarang.
Umumnya penggunaan sistem itu lebih karena ideologi dan keyakinan. Semua sistem ada kekuatan dan kelemahannya, tergantung penerapannya saja. Tapi kalau boleh memilih, sistem ekonomi campuran akan lebih baik untuk negara-negara berkembang.
Sistem Ekonomi “Pengertian,Ciri-ciri juga Keunggulan
& Kelemahannya”
Sistem
Ekonomi, mungkin kata ini sudah sangat
tidak asing bagi masyarakat luas. Namun apakah arti dari Sistem Ekonomi itu
? Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara
yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam
perekonomian. Hal ini mencakup seluruh proses dan kegiatan masyarakat dalam
usaha memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai kemakmuran.
Elemen dari suatu Sistem Ekonomi
mencangkup beberapa hal yaitu :
a. Unit-unit ekonomi seperti: rumah
tangga, perusahaan, serikat buruh, instansi pemerintah dan lembaga-lembaga lain
yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi.
b. Pelaku-pelaku ekonomi seperti:
konsumen, produsen, buruh, invstor dan pejabat-pejabat yang terkait.
c. Lingkungan Sumber Daya Alam (SDA)
Dan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Kapital (SDK), Sumber Daya Teknologi
(SDT).
Sistem ekonomi dapat berfungsi
sebagai :
a. Sarana pendorong untuk melakukan
produksi
b. Cara atau metode untuk
mengorganisasi kegiatan individu
c. Menciptakan mekanisme tertentu
agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
Macam-Macam Sistem Ekonomi
1. Berdasarkan yang mengatur
mekanisme dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu :
- Sistem Ekonomi Tradisional
- Sistem Ekonomi Pasar
(Liberal/Bebas)
- sistem ekonomi Komando
(Terpusat)
- Sistem Ekonomi Campuran
2. Berdasarkan yang mengatur
kepemilikan Aset :
- Sistem Ekonomi Kapitalis
- Sistem Ekonomi Sosialis
- Sistem Ekonomi Campuran
Penjelasan dari masing-masing Sistem
Ekonomi :
1. Sistem
Ekonomi Tradisional :
Sistem ekonomi tradisional merupakan
sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun
dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari
sistem ekonomi tradisional adalah :
- Teknik produksi dipelajari
secara turun temurun dan bersifat sederhana
- Hanya sedikit menggunakan modal
- Pertukaran dilakukan dengan
sistem barter (barang dengan barang)
- Belum mengenal pembagian kerja
- Masih terikat tradisi
- Tanah sebagai tumpuan kegiatan
produksi dan sumber kemakmuran
-Kelebihan Sistem Ekonomi
Tradisional :
- Tidak terdapat persaingan yang
tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
- Masyarakat merasa sangat aman,
karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
- Tidak individualistis
-Kekurangan Sistem Ekonomi
Tradisional :
- Teknologi yang digunakan masih
sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
- Mutu barang hasil produksi
masih rendah
2. Sistem
Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu
sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi
dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari
Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the
Wealth of Nations.”
Ciri dari
sistem ekonomi pasar adalah :
- Setiap orang bebas memiliki
barang, termasuk barang modal
- Setiap orang bebas menggunakan
barang dan jasa yang dimilikinya
- Aktivitas ekonomi ditujukan
untuk memperoleh laba
- Semua aktivitas ekonomi
dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
- Pemerintah tidak melakukan
intervensi dalam pasar
- Persaingan dilakukan secara
bebas
- Peranan modal sangat vital
-Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar
yaitu :
- Menumbuhkan inisiatif dan
kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
- Setiap individu bebas memiliki
sumber-sumber produksi
- Munculnya persaingan untuk maju
- Barang yang dihasilkan bermutu
tinggi
- Efisiensi dan efektivitas
tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
-Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
- Sulitnya melakukan pemerataan
pendapatan
- Cenderung terjadi eksploitasi
kaum buruh oleh para pemilik modal
- Munculnya monopoli yang dapat
merugikan masyarakat
- Sering terjadi gejolak dalam
perekonomian
3. Sistem
Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem
ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam
mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan
jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang
tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari
sistem ekonomi Komando adalah :
- Semua alat dan sumber-sumber
daya dikuasai pemerintah
- Hak milik perorangan tidak
diakui
- Tidak ada individu atau
kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
- Kebijakan perekonomian diatur
sepenuhnya oleh pemerintah
-Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :
- Pemerintah lebih mudah
mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
- Pasar barang dalam negeri
berjalan lancar
- Pemerintah dapat turut campur
dalam hal pembentukan harga
- Relatif mudah melakukan
distribusi pendapatan
- Jarang terjadi krisis ekonomi
-Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :
- Mematikan inisiatif individu
untuk maju
- Sering terjadi monopoli yang
merugikan masyarakat
- Masyarakat tidak memiliki
kebebasan dalam memilih sumber daya
4. Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan
dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling
berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari
sistem ekonomi campuran adalah :
- Merupakan gabungan dari sistem
ekonomi pasar dan terpusat
- Barang modal dan sumber daya
yang vital dikuasai oleh pemerintah
- Pemerintah dapat melakukan
intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter,
membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
- Peran pemerintah dan sektor
swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi
berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan
sistem ekonomi campuran
- Kebebasan berusaha
- Hak individu berdasarkan sumber
produksi walaupun ada batas
- Lebih mementingkan umum dari
pada pribadi
Kelemahan
sistem ekonomi campuran
- Beban pemerintah berat dari
pada beban swasta
- Pihak swasta kurang
memaksimalkan keuntungan
5. Sistem
Ekonomi Kapitalis
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah
system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk
melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut
campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.
- Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis
:
- Pengakuan yang luas atas
hak-hak pribadi
- Pemilikan alat-alat produksi di
tangan individu
- Inidividu bebas memilih
pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
- Perekonomian diatur oleh
mekanisme pasar
- Pasar berfungsi memberikan
“signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
- Campur tangan pemerintah
diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur
perekonomian menjadi efisien.
- Motif yang menggerakkan
perekonomian mencari laba
-Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis
:
- Lebih efisien dalam
memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
- Kreativitas masyarakat menjadi
tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
- Pengawasan politik dan sosial
minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
-Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis
:
- Tidak ada persaingan sempurna.
Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
- Sistem harga gagal
mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor
eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan
lain-lain).
6. Sistem
Ekonomi Sosialis
Suatu sistem yang memberikan
kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan
ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai
hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
- Lebih mengutamakan kebersamaan
- Peran pemerintah aktif
- Sifat manusia ditentukan oleh
pola produksi
-Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
- Disediakannya kebutuhan pokok
oleh pemerintah
- Kegiatan ekonomi didasarkan
perencanaan negara
- Produksi dikelola oleh Negara
- Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis
:
- Sulit melakukan transaksi
- Membatasi kebebasan
- Mengabaikan pendidikan moral
Dengan penjelasan ini semoga pembaca
dapat memahami Sistem Ekonomi yang ada. Setiap Sistem ekonomi memiliki
keunggulan dan kelemahannya sendiri. Namun setiap negara tidak menjalankan 100%
Sistem ekonomi yang ada, karena masing-masing negara mengambil kebaikan dari
sistem ekonomi yang ada untuk meminimalkan dampak kerugian guna mensejahterakan
negara dan rakyatnya.