Premium Advs

Premium Advs

Tanda Baca - Bahasa Indonesa


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah dengan mengucapkan  puji syukur kepada Allah SWT tuhan  semesta alam, yang telah memberikan kita kesehatan sehingga kita dapat menyelesaikan makalh  ini,dan terimakasih saya ucapkan  kepada orang tua saya yang telah memberi dukungan  material maupun spirituil, serta terimakasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan kesempatan dan membimbing saya untuk menulis karya ilmiah. Dan terimakasih juga kami ucapkan kepada teman-teman atas kerja sama yang baik sehingga makalah ini dapat dikerjakan dengan baik.

Makalah ini kami beri judul “Bagaimana Tanda Baca Dalam Bahasa Indonesia”.

Makalah ini telah kami kerjakan dengan maksimal, sebagai manusia biasa mungkin ada kekuranganya, karna itu kami menerima kritik dan saran demi perbaikan makalah ini dan pedoman dimasa mendatang .

Demikianlah makalah ini kami buat semoga bermanfaat bagi kita semua, terima kasih.

 ssJambi : 2010




DAFTAR ISI
Kata pengantar........................................................................................................... i
Daftar Isi    ................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................................... 1
B. Permasalahan......................................................................................................... 1
C. Tujuan.................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengguanaan Tanda Baca..................................................................................... 2
A.1. Tanda Titik.................................................................................................... 2
A.2. Tanda Koma..................................................................................................
A.3.Tanda Hubung................................................................................................
A.4. Tanda Titik Dua............................................................................................
A.5. Tanda Titik Koma.........................................................................................
A.6. Tanda Pisah...................................................................................................
A.7. Tanda Seru....................................................................................................
A.8. Tanda Petik...................................................................................................
     A.9. Tanda Petik Tunggal.....................................................................................
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...........................................................................................................
B. DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Tanda baca dalam bahasa Indonesia seringkali disalah gunakan bahkan dalam penulisan kalimat, sehingga mengalami kesalahan makna serta terkadang menggunakan bahasa yang tidak baku dalam kegiatan-kegiatan resmi, dalam pelajaran Bahasa Indonesia banyak yang tidak mengetahui bagiman cara penggunaan tanda bacayang benar. Pelajaran bahasa Indonesia telah diberikan sejak dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.  Tapi, karena ketidakpahaman terhadap tata bahasa Indonesia mengakibatkan orang sering melanggar aturan yang telah ditetapkan..

B. Rumusan masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah tentang penggunaan tanda baca ini ialah:
·         Bagaiman penggunaan tanda baca dalam Bahasa Indonesia
·         Tanda-tanda yang di gunakan dalam bahasa Indonesia


C. TUJUAN
·         Menuntaskan KD menulis karya ilmiah
·         Agar dapat menggunakan tanda baca yang baik dan benar


BAB II
PEMBAHASAN


B. Penggunaan tanda baca
Aturan Penggunaan Tanda Baca itu adalah:
B1. Tanda Titik
Tanda titik biasanya di gunakan di akhir kalmat contohnya sebagai berikut:
a.       Tanda titik dipakai singkatan nama orang.
Misalnya:
1) W.S. Rendra
2) Abdul Hadi W.M.
b.      Tanda titik dipakai pada singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Misalnya:
1) Dr. (doctor)
2) Kol. (colonel)
3) Ny. (nyonya)
c.       Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah umum, yang ditulis dengan huruf kecil.
Misalnya:
1) s.d. (sampai dengan)
2) a.n. (atas nama)
d.      Tanda titik digunakan pada angka yang menyatakan jumlah untuk memisahkan ribuan, jutaan, dan seterusnya.
Misalnya:
1) Tebal buku itu 1.150 halaman.
2) Dono membeli minyak sebanyak 1.000 liter
e.       Tanda titik tidak digunakan pada singkatan yang terdiri atas huruf-huruf awal kata atau suku kata dan pada singkatan yang dieja seperti kata (akronim).
Misalnya:
1) DPR
2) ABRI
f.       Tanda titik tidak digunakan di belakang singkatan lambing kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
Misalnya:
1) Lambang Cu adalah lambing kuprum
2) Dia mambeli 10 kg emas
g.       Tanda titik tidak digunakan di belakang judul yang merupakan kepala karangan, kepala ilustarasi tabel, dan sebagainy.
Misalnya:
1) Azab dan Sengsara
2) Wanita Indonesia di Pentas Sejarah
h.      Tanda titik tidak digunakan di belakang alamt pengirim dan tanggal surat serta di belakang nama dan alamat penerima surat.
Misalnya:
1) Jalan Harapan III/AB 19
2) Jakarta, 10 Agustus 1998

B.2. Tanda koma
Tanda koma digunakan:
a.       di antara unsur-unsur dalam suatu pembilangan.
Contoh:
1) Adik membawa piring, gelas, dan teko.
2) Satu, dua, tiga,…empat!
b.       Untuk memisahkan bagian-bagian kalimat majemuk setara yang dihubungkan dengan kata penghubung yang menyatakan pertentangan seperti tetapi dan sedangkan.
Contoh:
1) Saya ingin pergi, tetapi tidak punya uang.
c.       Untuk memisahkan anak kalimat dan induk kalimat apabila anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Contoh:
1) Kalau dia datang, saya akan datang
2) Karena sibuk, dia lupa akan janjinya.
d.      Di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, yang terdapat pada awal kalimat, seperti jadi, lagipula, oleh karena itu, akan tetapi, meskipun begitu.

Contoh:
1) Jadi, soalnya tidaklah semudah itu.
2) Oleh karena itu, kita harus hati-hati.
e.       Di balakang kata-kata seru, sperti O, ya, wah, aduh, yang terdapat pada awal kalimat.
Contoh:
1)Wah, bukan main.
2)Aduh, mengapa jadi begitu?
f.        Untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh:
1) Kata ibu, “saya senang sekali”
2) “saya akan pergi sekarang juga,” kata adik kepada ibu.
g.      Di muka angka persepuluh, dan di antara rupiah dengan sen.
Contoh:
1) 12,25 cm
2) Rp 125,50
h.      Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya, untuk membedakannya dari singkatan nama keluarga atau marga.
Contoh:
1) Moh. Bakri, S.H.
2) Ny. Suhartina, S.P.
i.        Untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.
Contoh:
1) Guru saya, Pak Ahmad, rajin sekali.
2) Di daerah kami, umpamanya, masih sering terjadi pencurian.
j.         Di antara: (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, dan (d) nama dan tempat wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:
- Sdr. Munadi, Jalan Pemuda 26, Jakarta Timur
- Dekan Fakulatas Kedokteran, Universitas Indonesia
Jalan Raya Salemba4, Jakarta
- Jakarta, 9 Agustus 1999
- Kuala Lumpur, Malaysia
k.      Untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunanya dalam Daftar Pustaka.
Contoh:
- Siregar, Merari, Azab dan Sengsara. Jakarta, Balai Pustaka,1954
l. Di antara nama tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahu penerbitan, dalam suatu Daftar Pustaka.
Contoh:
- Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka, 1976.

 B.3. Tanda Hubung
Tanda hubung digunakan:
a.       untuk menyambung bagian-bagian bentuk ulang dan kata ulang.
Contoh:
Sia-sia
Baik-baik
b.      tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf capital, (b) ke dengan angka, (c) angka dengan-an, dan (d) singkatan huruf capital dengan imbuhan kata.
Contoh:
1) Besok akan diadakan lomba menari se-Jawa Tengah.
2) Ke-15 orang itu berasal dari Indonesia
3) Paman mempunyai sepeda tahun 70-an
4) Warga Palembang yang sudah dewasa diwajibkan ber-KTP Palembang.
5) Pemberontakan itu dikenal dengan G-30-S PKI.
B.4. Tanda Titik Dua
a.        Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Contoh:
- Fakultas syariah mempunyai tiga jurusan: Perbankan, Muamalah, dan Ekonomi Islam.


B.5. Tanda Titik Koma
a.       Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh:
- Para pemikir mengatur startegi dan langkah yang harus ditempuh;para pelaksana mengerjakan tugas sebaik-baiknya;para penyandang dana menyediakan biaya yang diperlukan.
B.6. Tanda Pisah
a.       Digunakan untuk membatasi penyisipan kata atau ungkapan yang memberi penjelasan khusus terhadap kalimat yang disisipinya.
Contoh:
- Kemerdekaan bangsa itu-saya yakin akan tercapai diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
- Bus Kramatjati jurusan Banjar-Jakarta.
B.7. Tanda seru
a.       Digunakan sesudah kalimat, ungkapan, atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah.
Contoh:
- Alangkah besarnya mobil itu!
- Berangkatlah sekarang juga!
- Merdeka!


B.8. Tanda Petik
a.       Digunakan untuk mengapit petikan langsung, judul syair, karangan, istilah yang mempunyai arti khusus.
Contoh:
- Ia memakai celana “cubrai”
- Sajak “Aku” karangan Chairil Anwar
B.9. Tanda Petik Tunggal
a.       Digunakan untuk mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh:
- Lailatul Qadar ‘malam seribu bulan’



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Begitu banyak kesalahan yang seringkali kita lakukan tentang penggunaan kata serapan dan tanda baca baik disengaja maupun tidak disengaja. Maka dengan dibuatnya makalah ini pennyusun berharap kita dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang kita lakukan.
Bangsa Indonesia memang banyak sekali mengambil kata-kata asing ataupun kata daerah Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia adalah berupa penyerapan kata ke dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa-bahasa asing pemberi pengaruh. Begitu juga dengan penggunaan tanda-tanda baca. Karena dengan salahnya penggunaan tanda baca, makakami menerima saran dan kritikan dari teman-teman demi kesempurnaan penulisan karya ilmiah ini

Previous
Next Post »
Post a Comment
Thanks for your comment